Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 April 2011

Perjalanan Emosi Yang Merusak Menuju Penyakit Yang Membahayakan

Stres seperti suatu wabah dalam masyarakat kita. Stresor bisa berasal baik oleh lingkungan luar kita maupun di dalam diri kita sendiri. Selama ini orang menganggap stres adalah sesuatu yang biasa saja terjadi tanpa mengetahui dampak buruk yang diakibatkannya. Saya sangat tertarik dengan buku yang ditulis oleh Don Col Bert M.D yang menguraikan secara sederhana tentang hubungan antara pikiran-tubuh-roh yang dapat menyembuhkan atau menghancurkan. Saya ingin membagikan bagaimana perjalanan stres menjadi sebuah penyakit.
Seluruh sistem tanggapan fisik pertama-tama melibatkan hormon epinephrine dan norepinephrine. kedua hormon ini memliki pengaruh besar terhadap sistem saraf simpatik selama masa stres berat. ketika ada suatu kejadian yang menimbulkan stres, otak mengenali stres itu dan menanggapi dengan memicu pelepasan hormon-hormon khusus dari hypothalamus, kelenjar bawah otak dan kelenjar adrenalin. tanggapan stres itu juga memicu kelenjar adrenalin untuk melepaskan epinephrine yang juga disebut sebagai adrenalin. Saraf-saraf simpatik dirangsang untuk melepaskan epinephrine ke seluruh tubuh. Saraf-saraf

Selasa, 12 April 2011

See On Beauty

Kita tentunya pernah beberapa kali mengalami kejadian yang menyenangkan dan kejadian yang tidak menyenangkan dalam hidup kita. Sebagian besar orang sangat menyukai kejadian-kejadian yang menyenangkan hati dan menolak sesuatu yang tidak menyenangkan. Banyak orang cenderung bersyukur untuk peristiwa-peristiwa yang menyenangkan dan peristiwa-peristiwa yang tidak menyenangkan dianggap sebagai suatu kesialan atau kutukan tanpa melihat suatu keindahan di balik peristiwa-peristiwa yang tidak menyenangkan itu. Kita selalu menggerutu, menyalahkan orang lain, dan marah. Jarang ada seseorang yang bersyukur di balik penderitaannya.

Minggu, 10 April 2011

Perilaku Impulsif dan Masalah Atensi Anak Karna Bermain Video Game

Perilaku impulsif membuatanak menjadi kecanduan dalam melakukan sesuatu tanpa terkendali dan sulit dicegah. Sedangkan anak yang mengalami masalah pada atensi memiliki kesulitan berkonsentrasi, melakukan dan mempertahankan perilaku untuk mencapai tujuan, terutama ketika seseorang mengalami kesulitan atau kebosanan.
Sebuah penelitian baru mengatakan bahwa Anak yang mengalami perilaku impulsif dengan masalah pada atensi, akan memiliki tendensi bermain video game lebih banyak. Begitu juga sebaliknya, anak yang menghabiskan waktu terlalu banyak bermain video game, akan mengembangkan kecenderungan mengalami perilaku impulsif dan masalah atensi.
“Ini merupakan penemuan yang penting, mengingat banyak penelitian tentang masalah atensi difokuskan pada aspek biologi dan faktor genetik dari pada faktor lingkungan”, kata Douglas A. Gentile, PhD dari Iowa State University dan penulis dari penelitian ini, dikutip dari Science Daily (23/02).